Minggu, 07 November 2010

Kutilang dan Hujan

Ahad pagi yang berawan…

Ini adalah salah satu hal yang paling kucinta dari sebuah anugerah Tuhan bernama “Pagi”. Di teras rumah menikmati kesendirian tanpa gangguan sambil menyaksikan matahari terbit dari balik perbukitan penuh rumah yang terbentang di hadapanku, hanya ditemani segelas kopi Mandailing pekat yang masih panas dan kaya rasa. Namun kecerahan pagi ini nampaknya terlalu singkat dengan datangnya gemawan yang perlahan menghalangi sang surya, seakan mengatakan supaya ia libur saja dan membiarkan hujan menyapu Bumi. Gerimis pun turun begitu perlahan, seiring dengan mentari yang juga pelan-pelan undur diri di balik awan-awan pembawa rahmat itu. Angin yang tiba-tiba dingin membuatku memutuskan untuk masuk dan melanjutkan “me time” dari jendela kamar anak-anak, di depan pohon sawo, seperti biasa.

Pemandangan terlalu datar, hanya ada hujan dan mendung hingga sejauh mata memandang. Namun begitu, aroma tanah yang tersiram hujan membuat pagi ini jadi syahdu dan bersahaja, segala Puji bagi engkau Ya Allah, atas Bumi yang bersahabat ini… Semoga Engkau memberikan kesabaran dan kekuatan iman bagi saudara-saudara kami di sana, di mana Bumi sedang jadi ujian bagi mereka dan pelajaran bagi kami (Allahumma aamiin….).

Lalu kutilang-kutilang gendut itu pun datang lagi, berdua. Mereka hinggap tepat di sebelah kiri jendelaku, di rumpun cabe yang tak pernah dipanen, begitu dekat sampai tekstur bulu dan warnanya membuatku yakin bahwa mereka memang kutilang. Menyadari ada yang mengawasi, kutilang-kutilang itu pun pindah ke dahan sawo yang lebih tinggi di depanku. Mereka mengepakkan dan merentangkan sayapnya sambil mencicit nyaring-nyaring, mengucapkan selamat pagi pada langit, mengucap syukur dan berdoa semoga hujan ini membawa manfaat. Lalu saling beriringan mereka meniti dahan sawo dan mematuki serangga yang lewat, sarapan mereka.




Iseng-iseng kucoba untuk menangkap moment itu, namun sayang sekali hasil tangkapan normalnya terlalu kecil dan kutilangnya tak terlihat. Akhirnya setelah mengatur pembesaran maksimal, dapat juga deh momen yang dimaksud walaupun hasilnya agak blur.



Benar-benar bikin penasaran pengen mengcapture pose yang cantik, tapi selain hujan dan objek yang lumayan jauh dan bergerak pula, ngambilnya pun dihalangi oleh kaca jendela. Wah wah….. lagi-lagi berkhayal andai aku pula tele, hihihi! Nah, pada akhirnya dua foto terakhir ini lumayan memuaskan!!





This is it!! The kissing finch!! Akhirnya tertangkap juga momen yang pas. Well…. Sebenarnya mereka bukan sedang berciuman sih, melainkan si kutilang jantan sedang membawakan makanan untuk kutilang betina sebagai tanda kesetiaannya (sumber: ensiklopedi burung punyanya faza :D). Dan demi melihat kemesraan mereka di bawah hujan membawa keindahan sekaligus kelucuan tersendiri buatku, ternyata hewan juga bisa romantic!

Wah….. mengingatkanku pada seseorang yang bakal datang Sembilan hari lagi! ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

adrie and faiz daisy path

Daisypath Anniversary tickers