Ngeblog mulai tahun 2009 sampai sekarang rasanya ga berasa, gitu-gitu aja... ya apalagi kalo blognya jarang-jarang ditulisi, ya gini sudah jadinya, fyuuhh....
Tapi paling tidak hari ini saya iseng-iseng belajar bikin watermark buat foto-foto yang mau diupload ke blog. Sebenernya watermarking itu hal lama banget, cuma saya ga pernah pay attention untuk itu. Sampai satu saat temen saya mama Alif, kecolongan artikel dari blog kesayangannya Clinicoustic, dan itu fatal banget. Bayangkan, si plagiator ini menjiplak keseluruhan artikel berikut foto-fotonya, tanpa diedit, tanpa izin, tanpa mencantumkan link juga! What the heck? Waktu itu artikel yang ditulisnya tentang wisata kuliner di sebuah resto seafood yang cukup terkenal di wilayah Kaltim-Kalsel, dan pastinya sesuatu seperti itu pastinya memancing naiknya statistik kan? hummmhhh plagiat oh plagiat!
Soal kecolongan ini juga bukan hal aneh, apalagi memang sulit "merahasiakan" sesuatu yang sudah beredar di dunia maya. Foto saya juga pernah dicolong orang, kalo "orang" masih mending, lah ini ga ada angin ga ada hujan tiba-tiba foto pantai di blog ini muncul jadi icon disporabudpar di website resminya kota Balikpapan. Hah?? Ya sebenarnya sih ga telalu masalah jika pada akhirnya digunakan untuk kebaikan apalagi semacam icon pariwisata gitu, tapi aneh dan konyol aja rasanya kalo pengembang website kota ngambil foto dari blog pribadi tanpa izin, alih-alih pakai foto jepretan sendiri. Seperti amatir saja kan jadinya.
Kenapa saya jadi yakin itu foto saya ya jelas karena saya hafal betul angle foto itu, tekstur awannya, letak kapal kuning di tepi pantai, bentuk pohon dan daunnya.... dominasi warnanya.... Ya kalaupun ada orang yang memotret dengan angle yang sama, dia harus berada di sisi saya tepat saat itu juga. Tanda tanya....
Balik lagi ke watermark, temen saya biasa bikin watermark melalui photoshop, tapi saya kebetulan gak bisa make photoshop (gaptek ya, hehe), akhirnya saya coba googling untuk cari software lain yang bisa bikin watermark juga. Akhirnya ketemu blog nya Kang Haris ini, dan dia dengan murah hati memberi info soal software gratis dan mudah buat bikin watermark. Ada beberapa software yang ditawarkannya, namun saya memilih aplikasi WatermarkV2 dan tidak menyesal. Cukup mudah menggunakannya, tinggal membuat logo watermark yang diinginkan, lalu pilih foto-foto yang akan ditandai, buat folder baru untuk menyimpan file yang telah ditandai, dan, selesai! Berikutnya tinggal upload dari folder baru khusus foto-foto bertanda tadi. Simple! Terima kasih buat Kang Haris. :-)
Akhirnya setelah bisa bikin watermark sendiri, langsung deh tes upload foto di blog Faza,
selamat mencoba juga!
Tapi paling tidak hari ini saya iseng-iseng belajar bikin watermark buat foto-foto yang mau diupload ke blog. Sebenernya watermarking itu hal lama banget, cuma saya ga pernah pay attention untuk itu. Sampai satu saat temen saya mama Alif, kecolongan artikel dari blog kesayangannya Clinicoustic, dan itu fatal banget. Bayangkan, si plagiator ini menjiplak keseluruhan artikel berikut foto-fotonya, tanpa diedit, tanpa izin, tanpa mencantumkan link juga! What the heck? Waktu itu artikel yang ditulisnya tentang wisata kuliner di sebuah resto seafood yang cukup terkenal di wilayah Kaltim-Kalsel, dan pastinya sesuatu seperti itu pastinya memancing naiknya statistik kan? hummmhhh plagiat oh plagiat!
Soal kecolongan ini juga bukan hal aneh, apalagi memang sulit "merahasiakan" sesuatu yang sudah beredar di dunia maya. Foto saya juga pernah dicolong orang, kalo "orang" masih mending, lah ini ga ada angin ga ada hujan tiba-tiba foto pantai di blog ini muncul jadi icon disporabudpar di website resminya kota Balikpapan. Hah?? Ya sebenarnya sih ga telalu masalah jika pada akhirnya digunakan untuk kebaikan apalagi semacam icon pariwisata gitu, tapi aneh dan konyol aja rasanya kalo pengembang website kota ngambil foto dari blog pribadi tanpa izin, alih-alih pakai foto jepretan sendiri. Seperti amatir saja kan jadinya.
Kenapa saya jadi yakin itu foto saya ya jelas karena saya hafal betul angle foto itu, tekstur awannya, letak kapal kuning di tepi pantai, bentuk pohon dan daunnya.... dominasi warnanya.... Ya kalaupun ada orang yang memotret dengan angle yang sama, dia harus berada di sisi saya tepat saat itu juga. Tanda tanya....
Balik lagi ke watermark, temen saya biasa bikin watermark melalui photoshop, tapi saya kebetulan gak bisa make photoshop (gaptek ya, hehe), akhirnya saya coba googling untuk cari software lain yang bisa bikin watermark juga. Akhirnya ketemu blog nya Kang Haris ini, dan dia dengan murah hati memberi info soal software gratis dan mudah buat bikin watermark. Ada beberapa software yang ditawarkannya, namun saya memilih aplikasi WatermarkV2 dan tidak menyesal. Cukup mudah menggunakannya, tinggal membuat logo watermark yang diinginkan, lalu pilih foto-foto yang akan ditandai, buat folder baru untuk menyimpan file yang telah ditandai, dan, selesai! Berikutnya tinggal upload dari folder baru khusus foto-foto bertanda tadi. Simple! Terima kasih buat Kang Haris. :-)
Akhirnya setelah bisa bikin watermark sendiri, langsung deh tes upload foto di blog Faza,
selamat mencoba juga!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar