Tampilkan postingan dengan label liburan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label liburan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Januari 2013

Surabaya, Next Destination

Liburan akhir tahun baru saja usai, namun tiba-tiba saya malah merencanakan 'liburan tak terencana' ke Jombang dan Surabaya. Niat semula hanya mengunjungi guru saya sewaktu nyantri di Ponpes Darul Falah Jombang, bulan lalu beliau baru saja mengalami kecelakaan yang lumayan parah dan saya berharap beliau sudah kembali sehat walafiat ketika saya berkunjung.

Walaupun suami dan anak-anak mengizinkan saya untuk bepergian sendiri, pada akhirnya saya merasa aneh harus sendiri menempuh perjalanan yang jauh. Ditambah lagi, terakhir kali saya menginjakkan kaki ke tanah Jawa adalah enam tahun yang lalu. ooh pastinya saya bakal merasa seperti orang hilang! Akhirnya, alih-alih berangkat express time sendirian, saya malah membeli tiket untuk suami dan kedua anak kami. Travel plan yang tadinya super saver friendly budget akhirnya berubah drastis menjadi "comfort basic" budget. Bagaimanapun ketika Anda bepergian dengan dua anak balita, kenyamanan menjadi syarat mutlak sebuah perjalanan, paling tidak untuk mengurangi kerepotan dari perjalanan itu sendiri.

Tujuan utama saya memang Jombang, Surabaya sebagai tempat lewat hanya disinggahi untuk menyapa beberapa teman, tapi akhirnya mau tidak mau malah menjadi sasaran wisata utama. Toh kami sudah jauh-jauh terbang, kenapa tidak mengexplore sekalian kota Pahlawan ini? Jadilah saya sebagai travel planner dadakan dan ternyata tidak semudah yang saya bayangkan merencanakan bepergian dengan dua anak, apalagi tidak ada keluarga yang bisa ditumpangi menginap. hehehe.... Memang ada beberapa teman dekat di sana, tapi pastinya Anda tak akan merepotkan mereka dengan membawa seluruh anggota keluarga kan? :D

Mencari hotel. Cukup banyak hotel di Surabaya, dan butuh sedikit riset untuk memilah dan memilih hotel mana yang ideal untuk kami, cocok harga namun fasilitas dan hospitality nya juga diharapkan tidak mengecewakan. Belum lagi kami sama sekali buta dengan tujuan wisata apa yang kira-kira akan kami kunjungi. Untuk memudahkan saya mempelajari website tiap-tiap hotel dan membandingkannya dengan ulasan para travellers di Trip Advisor agar mendapat penilaian yang objective.

Akhirnya pilihan jatuh pada jaringan Hotel Santika. Sempat bolak-balik reservasi antara Santika Jemursari dan Santika Pandegiling karena pertimbangan antara jarak hotel-bandara-rumah teman-objek wisata. Pada akhirnya Santika Pendegiling jadi lebih ideal karena berada lebih dekat ke tengah kota dibandingkan Santika Jemursari yang berada di distrik industri Rungkut.

Dari Santika Pandegiling (Juga disebut Santika Embong Kaliasin) ada beberapa tempat yang begitu dekat dalam radius mungkin 3-5 km, yang paling dekat adalah Masjid Muhammad Cheng Hoo, kemudian Monumen Kapal Selam, Gedung Grahadi yang terkenal, dan City Hall. Perjalanan bisa diteruskan ke kawasan Pasar Atum untuk belanja oleh-oleh walaupun sepertinya agak jauh. Lalu pada esok harinya kami bisa berkelana lebih jauh ke kawasan Ampel yang bersejarah, Museum HM. Sampoerna yang begitu bikin saya penasaran, Jembatan Merah mungkin? Atau jika waktu memungkinkan semoga saja kami bisa menyempatkan diri lewat di daerah Pantai Kenjeran dan mengintip Jembatan Suramadu.
Hmmm..... insya Allah :)

Ahh.... Bahkan saya baru ingat tujuan utama saya, Jombang. Di mana saya membawa keluarga menginap?? Yang ini malah belum terpikirkan!


Jumat, 18 Januari 2013

Short Vacation Menara Bahtera



Liburan tengah semester tadi kami tak pergi ke mana-mana. Selain ke kota tetangga Samarinda dan Tenggarong, kami menghabiskan liburan di rumah, di kota sendiri. Hehe, tapi karena bertepatan dengan ulang tahun Nabigh yang keempat, kami  ingin menghibur anak-anak dengan liburan kecil instan dalam kota. Liburan yang tak merepotkan, bebas tiket mahal, bebas berdesakan di bandara atau sejenisnya, dan yang paling penting budget affordable.
 
 the three floors ballroom and sidepool view

 Jadi kami menginap tiga hari dua malam di Menara Bahtera Hotel di Balikpapan, well… our own city. My bestfriend mamanya Alif bilang saya aneh, kenapa harus menginap di hotel kalau Cuma di kota sendiri? Hahaha… mungkin beralasan sekali pertanyaannya, apa istimewanya ya kan? Tapi itulah tadi, saya mencari liburan instan yang menghibur, tapi di satu sisi kami tak perlu khawatir dengan hal-hal kecil seperti pakaian kotor, bagasi, check-in rush… hm bahkan di siang hari saya sempat pulang untuk mengambilkan raport adik sepupu dan mencuci pakaian. LoL!

Saat check-in, receptionist merekomendasikan Mayor Suite sebagai  kamar yang nyaman untuk dihuni kami  berempat. Kamarnya luas, voyer leluasa dengan cermin lebar dan meja klasik di depan pintu masuk mengesankan kamar kami lebih private. Terletak di lantai 10 dengan elevator yang transparan merupakan satu hal baru yang mencengangkan anak-anak. Mereka bilang wooooow ini seperti terbang!

Lemari dinding tinggi dan spacious, lengkap dengan safe deposit box gratis. Mini refrigerator, desk, dan yang tak kalah penting, jaringan internet yang cepat tinggal colok (WiFi hanya di lobby). Sofa dan meja baca, lampu pojok yang berdiri anggun di sisi King sized bed yang lembut dan nyaman, bantal-bantal yang empuk dan wangi. Ada pula rak dan gantungan jas, so classy, saya gunakan untuk menggantung peralatan shalat. 

Bath amenities nya, dengan dekorasi minimalis tak mengurangi kesan suite kamar ini, separated shower and marble bathub, shampoo, soap, dan bubble bath yang diganti setiap hari membuat anak-anak betah mandi berlama-lama. Bathrobe, towels, juga keset dan serbet gosok gigi juga diganti setiap pagi. 

Kami memesan extra bed untuk anak-anak, dan ketika ranjang tambahan ini datang (saat itu sudah pukul sepuluh malam), staff hotel bersedia mengatur ulang tata kamar kami sehingga tetap nyaman dan classy look. Dan ketika kami sarapan keesokan paginya, kamar kami telah dirapikan dengan sangat baik ketika kami kembali. Service yang cepat dan hasilnya excellent, persis ketika kami pertama kali memasuki kamar itu. Beberapa hotel lain terkadang tak seteliti itu dalam membersihkan kamar terutama jika tamunya masih menginap.

Hotel ini kebetulan menghadap ke Plaza Balikpapan, sebuah komplek perbelanjaan yang besar dan komplit, yang juga berada di tepi pantai. Pemandangan yang strategis bukan? Dan view nya sungguh indah. Kami tak menyaksikan sunset karena hari mendung, tapi kami menyaksikan sunrise yang begitu cantik dan memicu semangat pagi. Beautiful!

sunrise 06.14 am, view from 10th floor direct to Aston, Balcony City, Swiss Belhotel













Sarapan di Harbour CafĂ©, hmmm… not bad… ada banyak menu, tradisional, western, roti panggang, salad, bahkan cereal semua ada, dan all you can eat! Asyik kan! Soal rasa tergantung selera, bukan yang terbaik bagi saya namun bukan berarti tak bisa dinikmati. Kecuali di pagi terakhir ketika saya tak sengaja membaca menu Triple Sandwich dengan isian telur, keju, dan bacon. Oh bacon, daging babi asap itu membuat saya resah. Dan saya berakhir makan dengan gelisah merapal doa berharap makanan yang kami santap tak terkontaminasi si bacon. Alangkah polosnya saya berharap bahwa hotel bintang empat tak punya hal-hal semcam itu! Ooooohhh.. :(

Sore hari, waktunya berenang! Tersedia dua kolam khusus anak-anak dengan kedalaman berbeda, dan kolam dewasa yang luas dipercantik air mancur modern. Di belakangnya ada ruang ganti dan sauna yang, lagi-lagi luas. Jangan khawatir tak kedapatan shower ;)

Hmmmh…. Apalagi ya?

Kuliner? Ada banyak pilihan, di depan hotel ada Mall besar yang punya banyak resto, sebut saja  Mc. Donald, Doner Kebab, Chocotiers, Dunkin Donuts, Breadlife, Ta Wan buat penggemar bubur dan sup ala Chinese, Tako Suki buat penggemar makanan Jepang, Cabe Merah dan Pacifica Food Court buat selera local. Masih di sekitaran hotel juga ada KFC Coffe yang buka sejak 6 pagi hingga pukul 11 malam. Pizza Hut yang berlokasi di Hotel Benakutai dengan versi barunya, ada juga Ayam Penyet Surabaya, menu halalan thayyiban yang kami pilih malam itu.

End of the day, jumpa lagi di liburan berikutnya! :D


Minggu, 10 Oktober 2010

Foto Cantik Pantai Balikpapan





Foto ini diambil di Pantai Polda Balikpapan, ba'da ashar atau sekitar jam setengah lima sore. Pantainya cantik kan...?? Alasan ngambil gambar ini karena ngeliat warna kontras antara birunya langit dengan kuningnya boat yang lagi parkir itu tuh... Dan di kejauhan sana ada deretan resto-resto pinggir pantai dengan dermaga dan pemecah ombak. Sedangkan bangunan yang belum jadi itu seingat saya adalah komplek perkantoran dan apartemen di daerah Pasar Baru Square.Bagaimana hasilnya? Lumayankan buat newbie yang lagi belajar foto, biar nanti kalo udah punya kamera pro beneran, udah mahir duluan (aamiin....aamiin..aamiin). Kapan yaa punya kamera ;) karena foto ini cuma diambil dari hp dengan kamera 3,25 MP :D


Nah, kalau foto sebelumnya diambil dari sisi kiri atau arah timur tempat saya berdiri, sedangkan yang ini diambil tepat di tengah-tengah atau arah selatan, di depan saya berdiri. Coba perhatikan tekstur yang terbentuk oleh awan sirrus berlatar langit biru cerah. Cantik nian kaaan?? Sayang sekali laut Balikpapan tidak terlihat biru atau hijau menawan seperti pantai-pantai di Bali, Hawaii atau pantai-pantai Mesir. Laut di sini terlihat lebih pucat dengan warna biru keabu-abuan, atau hijau keabu-abuan.

Banyak faktor tentang hal ini, bisa jadi karena laut Balikpapan merupakan teluk yang tidak terlalu dalam di mana kedalaman juga relatif berpengaruh terhadap warna laut. Atau rendahnya kadar garam dan phytoplankton yang terkandung di dalamnya. Kadar garam dan mineral yang semakin tinggi membuat laut semakin berwarna biru karena mampu membiaskan cahaya matahari lebih panjang lagi dan menghasilkan warna biru. Demikian juga jumlah phytoplankton yang ada mampu menyerap lebih banyak cahaya matahari dan memantulkan cahaya hijau sehingga laut terlihat hijau. Namun jika banyak terkandung jenis ekosistem yang menyerap mineral laut maka akan mengurangi kadar garam sehingga berpengaruh pada warna laut. Kebetulan, di pantai ini banyak terdapat ganggang laut terutama jika kita berenang agak jauh ke tengah (di pinggir sih memang tidak terlihat ada ganggang nyangkut :P). Faktor berikutnya, warna dasar laut juga mempengaruhi warna laut, demikian pula dengan tingkat kecerahan cuaca. Sisanya, saya butuh masukan dari yang ahlinya boleh yaaa... :)

Hmm.... balik lagi ke foto kita hari ini, di tengah-tengah bisa kita llihat ada tongkang penarik batu bara. Yaa... Teluk Balikpapan memang terkenal sebagai lalu lintas industri dan gerbang distribusi segala yang masuk atau keluar Kalimantan Timur. Batu bara, minyak, sayur mayur, buah-buahan, turis domestik/mancanegara, semuanya lewat sini dulu yaaa.... Hmmm.... nanti kalau saya punya kamera, saya mau capture tuh rig-rig yang bertebaran di segala penjuru di Teluk ini, hehe.. semoga.


Sedangkan foto yang ini, masih dari tempat dan waktu yang sama, diambil dari sisi kanan saya berdiri. Terlihat dominasi awan kelabu dari arah barat. Dari awan cirrus yang tersebar dari arah timur, di sini mulai tersebar awan cumulus hingga cumulunimbus yang siap menumpahkan hujan. Namun jika diperkirakan, awan-awan itu bergerak ke arah Penajam di seberang Teluk Balikpapan (garis tebal di horizon) yang daerah-daerah seterusnya merupakan perbatasan antara Kalimantan Timur dan Selatan. Buktinya ketika kami pulang, tepi barat Balikpapan masih bermandikan hangat mentari senja.

Indah kan pantai kita? Dengan pasir lembut berwarna krim, dan garis pantai halus yang direnda oleh riak-riak ombak kecil, dan tentu saja, dibingkai oleh langit biru khas khatulistiwa. :)

adrie and faiz daisy path

Daisypath Anniversary tickers