Liburan akhir tahun baru saja usai, namun tiba-tiba saya malah merencanakan 'liburan tak terencana' ke Jombang dan Surabaya. Niat semula hanya mengunjungi guru saya sewaktu nyantri di Ponpes Darul Falah Jombang, bulan lalu beliau baru saja mengalami kecelakaan yang lumayan parah dan saya berharap beliau sudah kembali sehat walafiat ketika saya berkunjung.
Walaupun suami dan anak-anak mengizinkan saya untuk bepergian sendiri, pada akhirnya saya merasa aneh harus sendiri menempuh perjalanan yang jauh. Ditambah lagi, terakhir kali saya menginjakkan kaki ke tanah Jawa adalah enam tahun yang lalu. ooh pastinya saya bakal merasa seperti orang hilang! Akhirnya, alih-alih berangkat express time sendirian, saya malah membeli tiket untuk suami dan kedua anak kami. Travel plan yang tadinya super saver friendly budget akhirnya berubah drastis menjadi "comfort basic" budget. Bagaimanapun ketika Anda bepergian dengan dua anak balita, kenyamanan menjadi syarat mutlak sebuah perjalanan, paling tidak untuk mengurangi kerepotan dari perjalanan itu sendiri.
Tujuan utama saya memang Jombang, Surabaya sebagai tempat lewat hanya disinggahi untuk menyapa beberapa teman, tapi akhirnya mau tidak mau malah menjadi sasaran wisata utama. Toh kami sudah jauh-jauh terbang, kenapa tidak mengexplore sekalian kota Pahlawan ini? Jadilah saya sebagai travel planner dadakan dan ternyata tidak semudah yang saya bayangkan merencanakan bepergian dengan dua anak, apalagi tidak ada keluarga yang bisa ditumpangi menginap. hehehe.... Memang ada beberapa teman dekat di sana, tapi pastinya Anda tak akan merepotkan mereka dengan membawa seluruh anggota keluarga kan? :D
Mencari hotel. Cukup banyak hotel di Surabaya, dan butuh sedikit riset untuk memilah dan memilih hotel mana yang ideal untuk kami, cocok harga namun fasilitas dan hospitality nya juga diharapkan tidak mengecewakan. Belum lagi kami sama sekali buta dengan tujuan wisata apa yang kira-kira akan kami kunjungi. Untuk memudahkan saya mempelajari website tiap-tiap hotel dan membandingkannya dengan ulasan para travellers di Trip Advisor agar mendapat penilaian yang objective.
Akhirnya pilihan jatuh pada jaringan Hotel Santika. Sempat bolak-balik reservasi antara Santika Jemursari dan Santika Pandegiling karena pertimbangan antara jarak hotel-bandara-rumah teman-objek wisata. Pada akhirnya Santika Pendegiling jadi lebih ideal karena berada lebih dekat ke tengah kota dibandingkan Santika Jemursari yang berada di distrik industri Rungkut.
Dari Santika Pandegiling (Juga disebut Santika Embong Kaliasin) ada beberapa tempat yang begitu dekat dalam radius mungkin 3-5 km, yang paling dekat adalah Masjid Muhammad Cheng Hoo, kemudian Monumen Kapal Selam, Gedung Grahadi yang terkenal, dan City Hall. Perjalanan bisa diteruskan ke kawasan Pasar Atum untuk belanja oleh-oleh walaupun sepertinya agak jauh. Lalu pada esok harinya kami bisa berkelana lebih jauh ke kawasan Ampel yang bersejarah, Museum HM. Sampoerna yang begitu bikin saya penasaran, Jembatan Merah mungkin? Atau jika waktu memungkinkan semoga saja kami bisa menyempatkan diri lewat di daerah Pantai Kenjeran dan mengintip Jembatan Suramadu.
Hmmm..... insya Allah :)
Ahh.... Bahkan saya baru ingat tujuan utama saya, Jombang. Di mana saya membawa keluarga menginap?? Yang ini malah belum terpikirkan!
Walaupun suami dan anak-anak mengizinkan saya untuk bepergian sendiri, pada akhirnya saya merasa aneh harus sendiri menempuh perjalanan yang jauh. Ditambah lagi, terakhir kali saya menginjakkan kaki ke tanah Jawa adalah enam tahun yang lalu. ooh pastinya saya bakal merasa seperti orang hilang! Akhirnya, alih-alih berangkat express time sendirian, saya malah membeli tiket untuk suami dan kedua anak kami. Travel plan yang tadinya super saver friendly budget akhirnya berubah drastis menjadi "comfort basic" budget. Bagaimanapun ketika Anda bepergian dengan dua anak balita, kenyamanan menjadi syarat mutlak sebuah perjalanan, paling tidak untuk mengurangi kerepotan dari perjalanan itu sendiri.
Tujuan utama saya memang Jombang, Surabaya sebagai tempat lewat hanya disinggahi untuk menyapa beberapa teman, tapi akhirnya mau tidak mau malah menjadi sasaran wisata utama. Toh kami sudah jauh-jauh terbang, kenapa tidak mengexplore sekalian kota Pahlawan ini? Jadilah saya sebagai travel planner dadakan dan ternyata tidak semudah yang saya bayangkan merencanakan bepergian dengan dua anak, apalagi tidak ada keluarga yang bisa ditumpangi menginap. hehehe.... Memang ada beberapa teman dekat di sana, tapi pastinya Anda tak akan merepotkan mereka dengan membawa seluruh anggota keluarga kan? :D
Mencari hotel. Cukup banyak hotel di Surabaya, dan butuh sedikit riset untuk memilah dan memilih hotel mana yang ideal untuk kami, cocok harga namun fasilitas dan hospitality nya juga diharapkan tidak mengecewakan. Belum lagi kami sama sekali buta dengan tujuan wisata apa yang kira-kira akan kami kunjungi. Untuk memudahkan saya mempelajari website tiap-tiap hotel dan membandingkannya dengan ulasan para travellers di Trip Advisor agar mendapat penilaian yang objective.
Akhirnya pilihan jatuh pada jaringan Hotel Santika. Sempat bolak-balik reservasi antara Santika Jemursari dan Santika Pandegiling karena pertimbangan antara jarak hotel-bandara-rumah teman-objek wisata. Pada akhirnya Santika Pendegiling jadi lebih ideal karena berada lebih dekat ke tengah kota dibandingkan Santika Jemursari yang berada di distrik industri Rungkut.
Dari Santika Pandegiling (Juga disebut Santika Embong Kaliasin) ada beberapa tempat yang begitu dekat dalam radius mungkin 3-5 km, yang paling dekat adalah Masjid Muhammad Cheng Hoo, kemudian Monumen Kapal Selam, Gedung Grahadi yang terkenal, dan City Hall. Perjalanan bisa diteruskan ke kawasan Pasar Atum untuk belanja oleh-oleh walaupun sepertinya agak jauh. Lalu pada esok harinya kami bisa berkelana lebih jauh ke kawasan Ampel yang bersejarah, Museum HM. Sampoerna yang begitu bikin saya penasaran, Jembatan Merah mungkin? Atau jika waktu memungkinkan semoga saja kami bisa menyempatkan diri lewat di daerah Pantai Kenjeran dan mengintip Jembatan Suramadu.
Hmmm..... insya Allah :)
Ahh.... Bahkan saya baru ingat tujuan utama saya, Jombang. Di mana saya membawa keluarga menginap?? Yang ini malah belum terpikirkan!

*drooling* pengen ikut :D
BalasHapusayoooo :D
BalasHapus