kembali,
kataku
ini bukan tempatku,
ini bukan tempatku berasal,
juga bukan tempatku menuju,
bukan pula tempatku berpindah.
di sini memang memberiku kenikmatan
memberi apa yang ku pikir ku butuhkan
ia membuatku jadi Ratu di manapun,
bagaimana pun itu
jangan abaikan kali ini
aku sudah buktikan,
aku berkali merasakan,
semakin ku mengabaikan,
semakin dalam ku terpuruk.
semakin ku menulikan telinga,
semakin ku bunuh diri.
mati sekali lebih baik.
tapi aku mati perlahan,
sekarat tersiksa
tak ada penolong,
tak pula yang mendengar
erangan ajalku yang menuntut
tuntunan hidayah
aku tersiksa,
sakit,
sekarat,
menyesal,
sangat sakit,
tak tergambarkan,
tak terperikan.
aku telah berakhir.
namun belum berakhir.
malah menyongsong sakit
yang lebih sakit
di kehidupan berikutnya.
tanpa bisa ku hindari
tanpa bisa ku sesali,
tanpa bisa ku perbaiki.
aku telah menyiakan waktu bertaubat,
hingga tak ada lagi waktu bertaubat.
aku telah mengabaikan panggilan nurani
hingga suaranya begitu lemah memanggilku,
hingga ia tak lagi sanggup memanggil.
mengangis darah menyesalkan kesesatan.
aku telah tinggalkan jalan kembali,
hingga aku tak tau jalan pulang.
aku terlena sayup-sayup angin yang melenakan,
tak sadar lagi
terbawa pusaran badai terdahsyat
tanpa bisa keluar lagi..
oh kembalilah,
kataku,
kembalilah...
aku masih bisa memanggil sekarang,
dengarkan aku,
dengarkan aku
hati nuranimu
sebelum aku mati
sebelum tak ada lagi yang bisa kuselamatkan...
biarkan aku tetap menyala,
biarkan aku tetap bersuara,
walaupun DUNIA ini...
saat ini godaannya bukan tandinganku
TOLONGLAH!!
tetap buat aku bersuara...
tolong dengarkan panggilanku
tolong dengarkan...
kembali,
kembali.....
tak ada yang bilang pulang dari tersesat itu mudah.
terlebih aku terlalu jauh berbelok,
aku hilang,
siapa diriku pun aku tak tau.
lalu aku mendengar ia berkata,
tapi tak ada yang tak mudah bagiNya
kau hanya perlu menanggalkan kearogananmu yang sangat tak pantas.
akuilah ikhilafmu,
klaimlah dosa-dosa dan nistamu.
menunduklah sedikit,
memohonlah padaNya
agar Ia menlindungi dirimu
dari keburukan dan bencana
yang kau sebabkan sendiri.
berhentilah berpaling
di sinilah tempatmu berasal
di sinilah kelak kau akan mulai
kehidupan yang lebih baik saat ini.
dan menyemai kehidupanmu berikutnya...
“Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akherat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui” ( Ar-Rum:64 )
berteriak pada diriku sendiri,
balikpapan, 14 Juni 2010
04.55 am

Tidak ada komentar:
Posting Komentar