For ages you have come and gone
courting delusion.
For ages you have run from the pain
and forfeited the ecstasy.
So come, return to the root of the root
of your own soul.
Demi usia yang datang dan pergi
Mencari khayalan
Demi usia yang membuatmu lari dari rasa sakit
Dan kenikmatan yang hilang.
Maka datanglah, kembali ke akar
Dari akar jiwamu
Although you appear in earthly form
Your essence is pure Consciousness.
You are the fearless guardian
of Divine Light.
So come, return to the root of the root
of your own soul.
Meskipun kau hadir dalam bentuk duniawimu
Esensimu adalah Kesadaran murni
Kau adalah wali yang tak kenal takut
Akan Cahaya Ilahiyah
Maka datang, dan kembalilah ke akar
Dari akar jiwamu
When you lose all sense of self
the bonds of a thousand chains will vanish.
Lose yourself completely.
Return to the root of the root
of your own soul.
Ketika kau kehilangan semua rasa diri,
Ikatan ribuan rantai akan lenyap.
Benar-benar kehilangan dirimu.
Kembalilah pada akar dari akar jiwamu sendiri.
You descended from Adam, by the pure Word of God,
but you turned your sight
to the empty show of this world.
Alas, how can you be satisfied with so little?
So come, return to the root of the root
of your own soul.
Kau dititiskan dari Adam, oleh kemurnian Firman Tuhan,
Tapi kau memalingkan pandangan
Pada tampilan kosong duniawi.
Ah, bagaimana kau bisa puas dengan yang begitu sedikit?
Maka datanglah, kembali ke akar
Dari akar jiwamu.
Why are you so enchanted by this world
when a mine of gold lies within you?
Open your eyes and come -
Return to the root of the root
of your own soul.
Kenapa kau begitu tersihir oleh dunia ini,
Ketika tambang emas berbohong dalam dirimu?
Buka matamu dan datanglah,
Kembali ke akar
Dari akar jiwamu.
You were born from the rays of God's Majesty
when the stars were in their perfect place.
How long will you suffer from the blows
of a nonexistent hand?
So come, return to the root of the root
of your own soul.
Kau lahir dari cahaya Keagungan Tuhan,
Ketika bintang-bintang telah berada di tempat yang sempurna.
Berapa lama lagi kau tersiksa dari kesengsaraan tangan-tangan yang tak nyata?
Datanglah, kembali ke akar jiwamu.
You are a ruby encased in granite.
How long will you deceive Us with this outer show?
So come, return to the root of the root
of your own soul.
Kau adalah ruby berselimut granit.
Sampai kapan kau mengelabui Kami dengan tampilan luarmu ini?
Maka datanglah, kembali ke akar
Dari akar jiwamu sendiri.
After one moment with that glorious Friend
you became loving, radiant, and ecstatic.
Your eyes were sweet and full of fire.
Come, return to the root of the root
of your own soul.
Setelah sejenak dengan Teman yang Mulia itu,
Kau jadi mencinta, bersinar, dan suka cita.
Tatapanmu manis dan penuh gairah hidup.
Datanglah, kembalilah
Ke akar dari akar jiwamu.
Shams-e Tabriz, the King of the Tavern,
has handed you an eternal cup.
And God in all His glory is pouring the wine.
So come! Drink!
Return to the root of the root
of your own soul.
Shams-e Tabriz, Raja Tavern*,
Menyerahkan padamu cangkir keabadian,
Dan Tuhan dengan segala Kemualiaan Nya menuangkan anggur.
Maka datanglah! Minumlah!
Kembali ke akar dari akar jiwamu sendiri.
~~~~~
-- Version by Jonathan Star
"Rumi - In the Arms of the Beloved"
Jeremy P. Tarcher/Putnam, New York 1997
* Tavern : kedai minum,
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Ini Salah Satu Syair Rumi yang terfavorit.
maunya sih dijabarkan, tapi....
kali ini aku ingin membiarkan setiap hati menikmati dengan caranya sendiri,
meresapi dalam kedalamannya masing-masing,
memaknai dengan penafsirannya masing-masing...
hmm... karena kali ini,
sesungguhnya pun aku ingin berbagi apa yang kurasakan ketika menikmatinya,
namun,
apa daya tanganku tak mampu bergerak,
ia hanya diam di atas keyboard,
bingung mau diapakan ke dua puluh enam abjad ini.
dan bibirku hanya menyunggingkan senyum sementara hatiku sibuk membenarkan,
dan pikiranku melayang ke mana-mana, bagai burung yang berlompatan,
hinggap dan terbang di dahan-dahan ide, ranting-ranting problema, bunga-bunga analogi....
semua kembali ke satu titik,
Dia lah sumberku...
Dia lah sumberku...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar