Aku menatap ruang kosong ini sambil menghela nafas panjang
Berharap ada sentuhan lembut di bahuku,
menyadarkanku dari lamunan.
Tapi tak ada
Ketika aku sendiri,
Kupejamkan mata dan kupaksa mengisi ruang kosong
di sebagian hati
namun tak mampu
Ketika aku sendiri,
kubuka pintu rumah yang kosong,
dan sekarang terasa semakin kosong,
bukan,
hampa.
Ketika aku sendiri,
terkadang aku mendadak panik
terkdang aku terlalu santai
Ketika aku sendiri,
aku menikmati kesendirian,
aku menulis,
aku bernyanyi,
aku mendengarkan alam,
aku memandang alam,
aku meresapi bisikan hati,
Ketika aku sendiri,
aku tenggelam dalam dunia lain yang kubaca,
mencoba membawa diri ke tempat di mana aku tak perlu sendiri
Ketika aku sendiri,
aku bisa terduduk tak bergerak
hampir tak mampu bernafas
dalam gelap dan hujan badai
Ketika aku sendiri,
dan aku tak tahan
aku ingin teriaki dia
tapi dia pun tak ingin keadaan ini
jadi diam dan bersabar pasti lebih baik,
nikmati saja,
dan memang aku tak pernah tak tahan
Ketika aku sendiri,
aku tak butuh bantuan
aku bisa melakukan semua sendiri
kini aku jadi arogan
bukan untuk arogan
tapi itulah senjataku
dan kekuatanku
Ketika aku sendiri,
Ku tatap buah cinta kami,
menyerap kekuatan dari mata bening dan celoteh polos mereka
untuk kusebarkan lagi
lewat pelukan yang tak pernah habis
Ketika aku sendiri,
aku tak pernah bertanya
kau di mana,
sedang apa,
bersama siapa,
untuk apa,
karena kita bergerak dalam satu hati
kita hidup dalam satu hati
dan aku mencintaimu
tak peduli kau ada di mana
Ya Rabb Izzati,
jagakanlah cinta kami hanya karenaMu...
ketika ujian dan godaan datang pada salah satu di antara kami,
selamatkan kami Ya Rabb...
~ Untuk Suami Tercinta, dan permata-permata kecil kami

Tidak ada komentar:
Posting Komentar