Malam ini malam ke tiga purnama. Hmmm.... Subhanallah....
Selepas shalat maghrib si kakak lompat-lompat di jendela demi melihat Si Cantik yang baru terbit. Dan kali ini.... Subhanallah..... semuanya terasa sangat sempurna...
Bulannya begitu....
Subhanallah lebih dari pada indah...
Indah sekali...
Cantiiiiiiiiiiik sekali...
Wajahnya bersinar keemasan,
Cahayanya membias lembut menyapu permukaan Bumi...
Bergerak naik perlahan-lahan,
Melewati serat-serat tipis awan sirrus...
Dan naik lagi,
Hingga ia bertahta sendiri di sana,
Seolah Merajai malam,
Atau lebih tepatnya, Ratu di kerajaan malam??
Begitu anggun,
Begitu mempesona..
Makin tinggi ia beranjak,
makin cerah wajahnya,
makin meluas bias cahayanya..
Dan begitu sempurna,
ketika langit tak berawan.
hanya serat-serat tipis yang tersebar
sedikit di sini
sedikit di sana
Bintang-bintang yang biasanya pemalu,
Malam ini seolah ikut berpentas,
Kelap-kelipnya begitu menawan seakan mengatakan
"aku ada di sini, lihat aku!"
Bahkan bintang-bintang yang lebih jauh pun sayup-sayup
mnegerlipkan dirinya...
minta perhatian..
Subhanallah......
Subhanallah......
Ya Allah ciptaan Mu yang"di sini" saja sudah demikian tak tergambarkan dengan kata-kata,
bagaimana yang "di sana".... Ah, saya bahkan tak berani mencoba berandai-andai....
Dan malam ini tak ada celoteh,
tak ada pertanyaan,
tak ada diskusi kecil,
sepertinya kami menikmati si Cantik dengan cara kami masing-masing,
anak-anak melompat-lompat riang, si ade berteriak sambil tangannya menunjuk-nunjuk bulannya, si kakak melompat-lompat sambil terus berseru "bagusnyaa bagusnyaa!!"
dan "alhamdulillah alhamdulillah!!"
Dan saya sendiri, saya terdiam memandang KeagunganNya....
Biasanya, sesi melihat bulan berakhir di saat kumandang adzan Isya,
Namun kali ini, selepas shalat Isya, saya mengajak anak-anak keluar lagi menikmati langit yang terlalu indah untuk dilewatkan.
Seorang sahabat berkomentar ketika saya bilang bahwa kami sangat suka memandang bulan. Ia bilang, "yaa... bulan indah sekali walaupun ia cacat."
Saya pikir, "cacat???"
Hmmm... yaa.. tentu saja, teksturnya tak merata, banyak kawah di sana-sini, yang ternyata lautan atau pegunungan di Bulan. Semua itu terlihat dari Bumi...
Saya pikir, itu bukanlah kecacatan, itulah yang membuat bulan menjadi lebih indah....
saya lebih tak mampu membayangkan bulan benar-benar hanya putih polos..?
Namun sahabat saya meneruskan komentarnya,
"tentu saja ada kecacatan, Yang Sempurna Tak Ada Kekurangan kan ya Yang Menciptakan Bulan kan....?"
ooh... itu maksudnya... :)
Subhanallah.....
Ya Allah,
izinkan kami untuk terus melihat dan menyaksikan KebesaranMu,
yang akan meningkatkan ksyukuran kami, penghambaan kami, dan pertaubatan kami..
Allahumma aamiin...
ps. Saya ingin sekali punya teropong bintang, supaya saya bisa memandangnya lebih dekat, lebih dekat lagi, dan lebih dekat lagi dengan Penciptanya....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar